KPR Rumah tanpa BI Checking… bisa banget

5989

Setiap yang ingin memiliki rumah tetapi BI checkingnya bermasalah. Dalam kata lain, plafonnya tidak cukup atau juga karena pernah bermasalah dengan BANK. Selain itu, hampir semua bank membatasi plafon penghasilan untuk KPR adalah 1/3 penghasilan. Padahal mungkin saja orang tersebut bersedia untuk membayar 50% dari penghasilannya per bulan.

Misalnya :

  • Wirausaha yang masih berkembang. Mereka mungkin saja sudah memiliki uang muka (UM) lebih dari cukup, namun tingkat kepercayaan bank adalah tetap kepada yang berpenghasilan tetap. Sehingga kalupun bank berani ambil resiko, maksimal cicilan yang diberikan adalah 10 tahun saja, bahkan banyak bank yang menolaknya.
  • Usaha Online. Profesi ini pernah saya dengar sendiri, yaitu seorang wirausaha online yang cukup maju, mendapatkan profit besar, namun karena tidak memiliki NPWP serta SKU, dia pun gagal dalam proses KPR.
  • Karyawan kontrak atau out sourching. Mungkin saja istrinya punya usaha rumah tangga, buka warung atau apa yang sejenisnya, yang bisa diyakini bahwa pemasukan usahanya stabil dan prospek. Tapi, bank memang belum bisa menyakini bahwa profesi mereka (out sourching) bisa ada jaminan ntuk menjadi karyawan tetap.
  • dan lain-lain yang sejenis

Cara ini memang mudah (tanpa IB checking), tetapi agak sulit untuk menemukan rumah yang sesuai dengan keinginan.

Mau tahu caranya ? Yaitu temukan rumah yang akan di-OVER KREDIT, biasanya rumah tersebut tidak perlu dilakukan proses dengan bank, melainkan pihak yang mengambil alih kredit akan meneruskan cicilan bulanan KPRnya.

Memang proses tersebut ada resikonya, yaitu :

  1. Proses balik nama baru bisa dilakukan setelah KPR lunas.
  2. Pemilik pertama harus kita tahu keberadaannya, jangan sampai tahu-tahu dia (pemilik pertama) sudah pindah ke luar negeri. Karena saat balik nama, sang pemilik pertama harus hadir dalam proses BBN dan AJB.
  3. Jika penerus kredit (pemilik ke-2) mengalami kredit macet, maka pemilik pertama akan diblack list dari dunia perbankan, sehingga dia tidak bisa mengajukan kredit apapun ke bank manapun, karena pantauan IB checkingnya sudah tidak baik.

Contoh kasus di atas, saat dilakukan over kredit “di bawah tangan” tanpa sepengetahuan bank, tetap harus dihadirkan oleh notaris serta saksi.

Kalo’ beruntung, rumah yang akan diover kredit masih dalam kondisi baru, terawat dan belum dihuni sekalipun dari pemilik pertama, sehingga masih memiliki kesan baru. Namun posisi dan lokasi rumah agak sulit menemukan yang ideal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here