Jember Bakal Pecah Rekor MURI Lagi

283

Pada tahun sebelumnya, Kabupaten Jember sukses merealisasikan 1001 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kini target naik dua kali lipat di tahun 2018. Meski targetnya menjadi 2002 unit rumah, namun semua pihak optimistis bisa terealisasi.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jatim Danny Wahid, menilai Kabupaten Jember berani memasang target yang baginya sangat besar. Bahkan kata ketua REI Jatim yang baru beberapa bulan menjabat, target Jember terakumulasi 20 persen target yang dipasang REI Jatim. Sehingga, jika target itu terealisasi di Jember, maka nama REI Jatim juga bakal ikut harum secara nasional.

Target 2002 unit rumah bersubsidi itu kata Danny, tak lain permintaan Bupati Faida, sebagai bentuk komitmen dan loyalitasnya kepada Presiden Joko Widodo. Sebab faktanya, program tersebut salah satu gagasan Presiden Joko Widodo, supaya masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa mengakses kepemilikan rumah.

Bagi Danny, target besar itu bukan hal yang tak masuk akal. Karena potensi dan stok lahan perumahan di Jember, faktanya masih bisa tembus meski untuk 6 ribu unit sekali pun. Karena hitung-hitungannya, membangun 2002 rumah bersubsidi, pengembang hanya membutuhkan lahan sekitar 60 hektare. “Tetapi jujur, saya harus mengapresiasi keberanian bupati dan REI Komisariat Jember,” pujinya.

Meski demikian, Danny, meminta Pemkab Jember serius untuk mempermudah pelayanan. Sebab hal yang paling penting untuk memperlancar program perumahan rakyat, pemkab perlu serius mengawal perizinan mereka. “Bahkan harusnya, jika suatu wilayah sudah ditetapkan sebagai kawasan perumahan, tidak perlu lagi pakai izin prinsip,” terangnya.

Mendengar permintaan kemudahan perizinan, Bupati Faida langsung merespons dengan baik. Bahkan, bupati menawarkan rumah dinasnya Pendapa Wahyawibawagraha, untuk REI jadikan sekretariat realisasi 2002 unit rumah rakyat. “Kalau masih kurang, silakan buat posko di kantor pemkab, supaya izinnya lancar,” katanya.

Bupati Faida sadar betul, kelancaran realisasi 2002 rumah bersubsidi untuk rakyat kecil, itu tak hanya ada di tangan Pemkab Jember. Sebab bank BTN pemberi KPR, juga ikut mempermudah kelancaran proses realisasi rumah. Belum lagi izin yang harus ditangani Kantor Pertanahan Kabupaten Jember.

Bahkan kata bupati, supaya semua bisa berjalan lancar, pihaknya pun menunjuk Kepala Kantor Pertanahan Jember Yos Sudarso, sebagai ketua tim realisasi 2002 rumah bersubsidi di Jember. “Kami yakin Pak Yos sanggup. Karena ini berkaitan dengan kepentingan masyarakat Jember,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PT Kinansyah Ady Jaya Land Abdussalam, menilai sinergitas antarinstitusi ini membuatnya optimistis, bisa kembali sukses memecahkan rekor Muri seperti tahun 2016 silam. Bahkan seingat Abdussalam, di tahun itu target 1.001 unit rumah, faktanya realisasi bisa mencapai 1.013 unit. “Apalagi di tahun ini bupatinya total,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here