BPN Jember Gratiskan Sertifikat Gakin

1618

Setelah sukses dengan program Sakti (singkat, akurat, dan teliti), yaitu pelayanan yang dapat ditunggu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jember kembali membuat gebrakan baru. Yakni, mengatasi masalah kemiskinan struktural melalui model reforma agraria perkotaan yang selama ini belum terpikirkan berbagai pihak.

Untuk memperlancar gagasan briliannya itu, Kepala BPN Jember Djoko Susanto SH MH melakukan MoU (nota kesepahaman) dengan Bupati Jember dr Faida MMR dan Kepala Bank Jatim Jember M. Islah Noer SH MH. Isinya, pengurusan sertifikat tanah secara gratis bagi warga miskin (gakin), pemberian fasilitas perbankan secara mudah untuk membangun usaha kecil menengah, dan pendampingan dalam pengurusan berkas sampai kegiatan usaha.

Penandatanganan MoU disaksikan Menteri Sosial Hj Khofifah Indar Parawansa di Alun-Alun Jember, Sabtu (28/5) lalu. Khofifah mengapresiasi inisiatif kepala BPN Jember karena kegiatan tersebut akan berdampak pada penurunan kerawanan sosial.

Menurut Djoko, model reforma agraria perkotaan merupakan upaya untuk memutus kemiskinan struktural di Jember. Sebab, tanah yang dimiliki gakin sebagian besar belum bisa digunakan untuk mengakses sistem perekonomian (jaminan perbankan) karena belum bersertifikat (aset mati).

Ketika semua gakin sudah memiliki bukti kepemilikan tanah yang sah dan kemauan untuk berusaha, maka sertifikat tanahnya bisa dijaminkan ke bank untuk modal usaha kecil menengah. Dengan demikian, jumlah masyarakat miskin diharapkan menurun dan bisa mandiri secara finansial melalui usahanya.

BPN Jember siap menggratiskan biaya administrasi sertifikasi tanah bagi gakin yang mau berusaha. Gratis dalam program tersebut bukan karena biayanya ditanggung pemerintah, tetapi benar-benar tidak ada biaya karena pemerintah tidak mengalokasikan anggaran, baik dalam bentuk APBN maupun APBD.

Program sertifikat tanah gratis itu juga akan menjamin keamanan aset gakin. Pemkab akan melakukan inventarisasi data dan pemberkasan dalam rangka sertifikasi dan akses perbankan.

“Kami yang melakukan pemrosesan sertifikat tanahnya. Target kami dalam setahun terjadi penurunan kemiskinan struktural 5-10 persen. Semangat kolaborasi produktif program ini perlu terus digelorakan untuk menjawab permasalahan-permasalahan lain di Kabupaten Jember, bahkan di seluruh negeri ini,” tutur Djoko.

Kepala Bank Jatim Jember M. Islah Noer berkomitmen mendukung dan berperan aktif menyalurkan fasilitas perbankan kepada gakin melalui program tersebut. Bupati Jember dr Faida MMR pun menyambut baik kolaborasi produktif program yang ditawarkan Kantor Pertanahan Kabupaten Jember tersebut. Program sertifikat tanah gratis bagi gakin, merupakan bagian dari cermin perjuangan bersama antara Pemkab, Bank Jatim dan kantor yang strukturalnya vertikal dengan pemerintah pusat.

“Saya rasa memang tidak zamannya lagi berjuang sendiri-sendiri. Bersatu untuk warga miskin, kami nilai kunci dari jawaban yang dibutuhkan rakyat,” ujarnya.
Keinginan membangun dari pinggiran semakin mudah terealisasi dengan model reforma agraria yang ditawarkan Kantor Pertanahan Kabupaten Jember. Terlebih, bupati mengklaim bahwa Jember yang memeloporinya. “Pemkab akan mengawal bersama supaya program mulia ini bisa dimanfaatkan orang yang tepat,” janji Faida. (ran)

Sumber: Jawa Pos, Halaman 5, 7 Juni 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here