ESDM: Pakai AC dan Kulkas, Pelanggan 1.300 VA Tak Berhak Disubsidi

1818

 

Mulai 1 Desember 2015, PT PLN (Persero) melakukan penyesuaian tarif listrik (tariff adjustment), khusus golongan 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA. Tarifnya naik 11%, dari Rp 1.352/kilo Watt hour (kWh) menjadi Rp 1.509,38/kWh.

Menurut pemerintah, dua golongan ini sudah termasuk ke dalam golongan masyarakat mampu. Mereka sudah menggunakan alat rumah tangga kelas menengah atas seperti kulkas, AC dan lainnya, sehingga tak berhak dapat disubsidi listrik.

“Pelanggan 1.300 VA ini sudah pakai AC, kulkas dan peralatan-peralatan lainnya. Mereka ini sudah termasuk ke dalam golongan masyarakat mampu (tak berhak disubsidi),” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman dalam konferensi pers di Pendopo Gubernur Aceh, Minggu (6/12/2015).

Rencana pencabutan subsidi untuk pelanggan 1.300 VA sudah dilakukan sejak 1 Mei 2015. Namun karena beberapa pertimbangan, keputusan ini baru berlaku sejak 1 Desember 2015.

Menurut Jarman, setelah subsidi 1.300 VA dicabut, maka biaya yang selama ini digunakan untuk subsidi orang mampu dapat digunakan untuk keperluan lain khususnya infrastruktur kelistrikan. Untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pemerintah tidak mencabut subsidi listriknya.

“Penghematan subsidinya untuk membantu masyarakat kurang mampu yang belum dapat listrik seperti kita bantu sambungan listrik gratis,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Sebanyak 7.077 rumah nelayan dan warga tidak mampu di Aceh mendapat sambungan listrik gratis. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang telah terakses listrik tapi tidak mampu membayar pemasangan instalasinya

Program yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Ketengalistrikan Kementerian ESDM dan PLN Wilayah Aceh ini berlangsung sejak Juni-Oktober 2015.

Sebanyak 7.077 Rumah Tangga Sasaran (RTS) tersebar di sejumlah daerah di Aceh. Di antaranya, Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Barat, Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Tenggara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here